Multimedia
dalam Pembelajaran Berbasis ICT
1. Pengantar
Dokumen ini memberikan panduan bagi guru untuk mengetahui dampak dan penggunaan multimedia di bidang pendidikan. Istilah "multimedia" digunakan di sini untuk merujuk pada penggunaan ekstensif gambar, foto, file suara dan video, serta teks, dalam kegiatan belajar-mengajar. Dengan kata lain, kami prihatin dengan berbagai format di mana siswa dapat mengakses, memahami, memproses dan mengungkapkan pengetahuan.
Dokumen ini memberikan panduan bagi guru untuk mengetahui dampak dan penggunaan multimedia di bidang pendidikan. Istilah "multimedia" digunakan di sini untuk merujuk pada penggunaan ekstensif gambar, foto, file suara dan video, serta teks, dalam kegiatan belajar-mengajar. Dengan kata lain, kami prihatin dengan berbagai format di mana siswa dapat mengakses, memahami, memproses dan mengungkapkan pengetahuan.
2. Manfaat Multimedia
Hal pertama yang perlu diingat
adalah bahwa peserta didik senang menggunakan komputer dan termotivasi oleh
materi multimedia, dan dapat dipikat dengan cara memindahkan citra seperti klip
video atau melalui penggunaan file suara yang sesuai. Singkatnya, multimedia
lebih sesuai dengan pengalaman sensorik penuh kehidupan manusia, tujuan nya
yaitu:
- · Mereka merasa mereka belajar lebih baik
- · Mereka memahami konsep yang sulit dengan lebih baik
- · Mereka percaya bahwa mereka mempertahankan materi pelajaran dengan lebih baik
Multimedia memberi siswa
pembelajaran "hands-on", retensi yang lebih baik, umpan balik yang
spesifik, dan tingkat pemahaman yang meningkat. (Roden, 1991)
Multimedia dapat menghasilkan
ingatan sebanyak 70%, dibandingkan dengan 45 persen untuk alat bantu audio
visual dan hanya 25 persen untuk audio. (Sharma, 1999)
Memaksimalkan efektivitas dan
efisiensi komunikasi peserta didik-courseware (yaitu Interaktivitas)
menyebabkan peningkatan kepuasan peserta didik dan peningkatan kinerja dan
produktivitas materi pembelajaran. (Hueyching, 1996)
Selanjutnya, keterlibatan dalam penggunaan multimedia menawarkan kepada siswa beberapa pengalaman yang sangat mereka hargai:
- Mampu berkolaborasi dengan rekan kerja
- Kemampuan unuk memilih dari sejumlah besar informa
- Memiliki wawasan tentang bagaimana pengetahuan baru diperoleh
- bertanggung jawab untuk belajar sendiri
Seorang guru menggali informasi
peserta didik dengan:
- mengevaluasi informasi, memprioritaskan informasi dan memverifikasi keabsahan informasi.
- menganalisis informasi, mengidentifikasi gagasan utama dalam informasi yang diteliti, mengklasifikasikannya ke dalam kelompok yang sesuai dengan tujuan skema yang direncanakan, dan mencari urutan untuk menyusun informasi secara logis.
- membuat koneksi, membandingkan dan membedakan berbagai sumber informasi.
Keterampilan berpikir kreatif
dikembangkan misalnya pada tahap desain dan pengembangan proyek. Dalam
merancang dan mengembangkan produk, peserta didik menguraikan, memperluas
dan memodifikasi informasi yang mereka gunakan dalam format
yang sesuai untuk presentasi mereka sendiri.
- Sintesis: membuat ringkasan dan merencanakan proyek.
- Membayangkan: melalui pengorganisasian dan pengembangan produk multimedia, peserta didik harus menggunakan visualisasi dan intuisi untuk mengetahui apa yang akan membuat produk menarik, menarik dan informatif.
Mengarang produk mereka sendiri juga melibatkan
murid-murid dalam istilah "kemampuan berpikir
kompleks" Jonassen. Tahap organisasi dan perancangan melibatkan
murid-murid di:
- Merancang: merumuskan tujuan produk, menciptakan produk unik mereka sendiri dan menilai produk.
- Problem Solving: merancang produk untuk tugas atau masalah tertentu, mempertimbangkan desain alternatif dan memilih yang paling sesuai
- Pengambilan Keputusan: membuat pilihan konten, format presentasi, urutan dan waktu acara (apa yang harus dikembangkan atau diteliti pada titik), menilai dan mengevaluasi pilihan yang dibuat dalam hal kesesuaian, dll.
3. Penggunaan Multimedia
Ada dua
area utama di mana multimedia dapat digunakan dalam pengajaran dan
pembelajaran:
·
Multimedia digunakan oleh guru
·
Multimedia yang digunakan oleh siswa
Guru dapat meningkatkan presentasi informasi baru atau
kegiatan belajar dengan mengenalkan komponen multimedia. Siswa dapat melihat
dan mendengar materi yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran, serta membaca
teks atau mendengarkan guru.
Siswa dapat
menggabungkan komponen multimedia dalam pekerjaan mereka sendiri, misalnya
dengan memasukkan gambar atau klip suara untuk ditambahkan ke teks yang telah
mereka tulis.
Perangkat
lunak seperti Microsoft Word atau MS PowerPoint menawarkan banyak kesempatan
kepada para guru dan peserta didik untuk menggunakan beragam komponen
multimedia dengan mudah. Ini disinggung secara singkat di modul pelatihan
tingkat pondasi untuk program ini, dan menampilkan lebih kuat pada tingkat
kursus yang lebih maju.