Gaya Belajar dan Ciri-cirinya
Kemampuan seseorang dalam memahami informasi atau
suatu pengetahuan memiliki tingkat dan cara penyerapan yang berbeda- beda.
Pemahaman informasi dilakukan dengan mempelajarinya. Untuk memiliki ilmu
pengetahuan yang luas, maka seseorang perlu belajar. Proses belajar ini
dilakukan dengan interaksi indera manusia dan sumber pengetahuan.
Proses ini berjalan berbeda- beda dan menjadi dominan
pada suatu gaya belajar tertentu. Misalnya anak A memiliki kemampuan belajar
atau penyerapan pengetahuan yang bagus apabila melihat objek secara langsung,
sedangkan anak B harus mendengar suara dari objek tersebut. Pengarahan gaya
belajar yang sesuai dengan kemampuan dominan, dapat membawa manfaat agar
penyerapan pengetahuan menjadi lebih cepat dan efektif. Berikut ini adalah
macam macam gaya belajar :
1. Gaya Belajar Visual
Gaya belajar secara visual ini yaitu kemampuan belajar
dengan melihat. Gaya belajar ini digunakan pada orang dengan indera
pengelihatan yang tajam dan teliti. Kemampuan belajar yang berhubungan dengan
ini yaitu seperti matematika, bahasa arab, bahasa jepang, simbol- simbol, dan
lainnya yang berkaitan dengan bentuk. Ciri ciri gaya belajar visual yaitu:
- Bisa mengingat dengan lebih cepat dan kuat dengan melihat.
- Tidak terganggu dengan suara- suara yang berisik.
- Memiliki hobi membaca.
- Suka melihat dan mendemonstrasikan sesuatu.
- Memiliki ingatan yang kuat tentang bentuk, warna, dan pemahaman artistik.
- Belajar dengan melihat dan mengamati pengajar.
- Memiliki kemampuan menggambar dan mencatat sesuatu dengan detail.
Ciri lain secara penampilan pada orang dengan gaya
belajar visual pada umumnya orangnya cenderung rapi, tidak suka mendengarkan
namun lebih suka melihat, orangnya teratur, berpakaian indah. Orang dengan gaya
belajar visual memiliki kesulitan dalam menyalin tulisan dari papan tulis,
tulisannya tampak berantakan dan tidak mudah dibaca. Anak dengan gaya belajar
visual menyukai percobaan atau peragaan. Metode pembelajaran yang tepat yaitu
dengan metode mindmap, video ilustrasi, alat tulis berwarna, pembelajaran
menggunakan bentuk.
2. Gaya Belajar Auditori
Orang dengan gaya belajar auditori memiliki indera
pendengaran yang lebih baik dan lebih terfokus. Orang dengan gaya belajar ini
mampu memahami sesuatu lebih baik dengan cara mendengarkan. Hal ini berkaitan
dengan proses menghafal, membaca, atau soal cerita. Ciri- ciri gaya belajar
auditori yaitu:
- Memiliki kemampuan mengingat yang baik dari mendengarkan. Tidak mampu berkonsentrasi untuk belajar jika suasananya berisik.
- Senang mendengarkan cerita atau dibacakan cerita.
- Suka bercerita dan berdiskusi.
- Bisa mengulangi informasi yang di dengarnya.
Gaya belajar auditori ini memiliki kendala yaitu anak
sering lupa apa yang dijelaskan guru. Orang dengan gaya belajar ini cenderung
tidak suka membaca petunjuk dan lebih suka langsung bertanya untuk mendapatkan
informasi. Kendala gaya belajar ini adalah anak tidak tertarik untuk
memperhatikan sekitarnya. Kurang cakap dalam mengarang atau menulis. Cenderung
suka berbicara.
Oleh karena itu, metode belajar yang tepat yaitu
dengan musik, menggunakan media auditori, berdiskusi, bercerita di depan kelas,
dan lainnya. Anak dengan gaya belajar ini biasanya saat menghafal akan membaca
keras keras kata- kata yang dihafalnya dan menjadi lebih efektif baginya ketika
dicapkan dan dia dengar kembali.
3. Gaya Belajar Kinestetik
Gaya belajar kinestetik yaitu gaya belajar dengan
melibatkan gaya gerak. Hal yang berkaitan yaitu seperti olahraga, menari,
memainkan musik, percobaan laboratorium, dan lainnya. Gaya belajar ini efektif
untuk anak yang menyukai gerak dan gambaran imajinasi berdasarkan gerakan. Ciri
ciri gaya belajar kinestetik:
- Ketika menghafal yaitu dengan cara berjalan atau membuat gerakan- gerakan.
- Menyukai belajar dengan praktik langsung atau menyentuh secara langsung.
- Anak yang aktif dan banyak bergerak, memiliki perkembangan otak yang baik.
- Menggunakan objek nyata sebagai alat bantu.
- Menyukai aktivitas pembelajaran yang aktif atau permainan.
Orang atau anak dengan gaya belajar kinestetik ini
cenderung tidak bisa diam. Cenderung bosan dengan gaya pembelajaran
konvensional yang hanya duduk diam mendengar. Lebih cocok dengan pembelajaran
yang melibatkan kerjasama tim, partisipasi aktif siswa, dan kegiatan aktif
lainnya. Metode belajar yang bisa diterapkan yaitu dengan menggerakkan jari,
mengunyah permen karet, mengeksplorasi lingkungan dengan berjalan jalan, dan lainnya.
Pada anak, metode pembelajaran untuk anak dengan gaya belajar kinestetik ini
bisa dengan membuat permainan peran, drama, praktik skill, menari, memainkan
alat musik, dan lainnya.
4. Gaya Belajar Global
Anak dengan gaya belajar global memiliki kemampuan
memahami sesuatu secara menyeluruh. Pemahaman yang dimiliki berisi gambaran
yang besar dan juga hubungan antara satu objek dengan yang lainnya. Anak dengan
gaya belajar global juga mampu mengartikan hal hal yang tersirat dengan
bahasanya sendiri secara jelas. Ciri ciri gaya belajar global:
- Bisa melakukan banyak tugas sekaligus.
- Mampu bekerjasama dengan orang lain dengan baik.
- Sensitif dan mampu melihat permasalahan dengan baik
- Mampu mengutarakan dengan kata- kata tentang apa yang dilihatnya.
Anak dengan gaya belajar global biasanya kurang rapi,
meskipun sebenarnya menyukai kerapian. Dalam melakukan suatu hal, seringkali
berserakan dan barang- barangnya tidak rapi. Untung mengatasi hal ini maka akan
membuat suatu sistem penataan dengan mengkategorikan barang- barang sesuai
tipenya. Anak dengan tipe global ini tidak bisa hanya memikirkan satu hal namun
memikirkan bnayak hal sekaligus. Meskipun satu tugas belum selesai, dia juga
akan mengerjakan tugas berikutnya. Anak dengan gaya belajar global peka terhadap
sekitarnya termasuk perasaan orang lain dan merasa senang untuk bekerja keras
membuat orang lain senang. Cenderung memerlukan banyak dorongan semangat pada
saat akan memulai melakukan sesuatu.
5. Gaya Belajar Analitik
Anak dengan gaya belajar analitik memikili kemampuan
dalam memandang sesuatu cenderung ditelaah terlebih dahulu secara terperinci,
spesifik, dan teratur. Mengerjjakan suatu hal secara bertahap dan urut. Ciri
ciri gaya belajar analitik:
- Berfokus mengerjakan satu tugas, tidak akan ke tugas berikutnya jika tugasnya belum selesai.
- Berfikir secara logika.
- Tidak menyukai jika ada bagian yang terlewatkan dalam suatu tugas.
- Cara belajar konsisten dan menetap.
Anak dengan gaya belajar analitik menilai sesuatu
berdasarkan fakta- fakta. Namun seringkali mereka tidak mampu menemukan titik
gagasan utamanya tentang tujuan tugas yang sedang dia lakukan. Berfokus pada
satu masalah atau tugas sampai selesai.
Anak dengan gaya belajar analitik lebih cocok belajar
sendiri baru kemudian bergabung dengan kelompok belajar. Mereka juga mengalami
kesulitan dalam belajar dikarenakan hanya berfokus pada satu hal. Cara terbaik
untuk mengatasinya yaitu membuat jadwal belajar yang terstruktur sehingga
sasaran belajar yang ingin dicapai jelas. Metode belajar yang tepat yaitu
dengan konsisten melakukan atau mengerjakan tugas sesuai dengan jadwal harian
yang dibuatnya.
Macam macam gaya belajar berbeda setiap orang. Gaya
belajar tertentu dinilai lebih dominan dan efektif dalam memahami materi atau
pengetahuan. Beberapa orang yang memiliki kemampuan lebih juga mampu menyerap
informasi dari lebih dari satu gaya belajar, namun sangat jarang.
Gaya belajar tertentu juga mempengaruhi prestasi dan
kemampuan anak pada bidang tertentu. Misalnya anak dengan gaya belajar visual
senang dan pandai dalam matematika, anak dengan gaya belajar auditori pandai
dalam bercerita, anak dengan gaya belajar kinestetik pandai dalam olahraga, dan
sebagainya. Mengetahui gaya belajar Anda yang efektif sangatlah penting untuk
dapat menyelesaikan atau memanage atau mengatur tugas dengan baik.
Gaya belajar yang baik bagi seseorang tidak dapat
ditentukan oleh orang lain, namun berasal dari pemahaman terhdap diri sendiri.
Apabila seseorang memiliki indera pengelihatan yang tajam dan minat terhadap
warna, bentuk, model, lebih baik maka gaya belajar yang cocok adalah gaya
belajar visual.
Apabila seseorang memiliki kepekaan mendengarkan suara
dan minat terhadap musik, maka gaya belajar yang efektif adalah gaya belajar
auditori. Apabila seseorang memiliki tingkat aktif yang tingi, suka bergerah
dan memiliki daya imajinasi tinggi dengan gerakan gerakan maka gaya belajar
yang cocok adalah kinestetik. Selebihnya merupakan kemampuan seseorang dalam
gaya belajar global dan analitik yang merupakan kemampuan secara keseluruhan.
Assalamualikum ibu. izin bertanya, bagaimana cara guru menyeimbangkan gaya mengajar dengan gaya belajar siswanya yang tidak seragam? atau perlukah pihak sekolah mengelompokkan gaya belajar tertentu dalam satu kelas agar pembelajaran menjadi lebih terkontrol? terima kasih
BalasHapuswaalaikumsalam,
Hapusuntuk menyeimbangkan gaya belajar dengan gaya belajar siswa yang tidak seragam yaitu dengan kita harus memperhatikan karakteristik siswa nya sendiri sehingga kita tau gaya mgejajar apa yang kita perlukan, kemudianperlu, dimana nanti seorang guru tidak hanya mengajar hanya dengan satu gaya.
Menurut saya. Guru harus cerdik dan cerdas dalam memilih dan mengkombine antara media. Model dan metode strategi pembelajaran yang digunakan.
Hapussemua cara yang kita gunakan itu baik, dan mungkin pasti ada cara yang lebih baik dalam pembelajaran,, boleh kita menggabungkan siswa sesuai gaya belajar nya,, boleh juga kita tidak menggabungkannya,, karena kombinasi itu indah,,, mungkin ada positif negatifnya... tergantung keadaan sekolah dan fasilitas sekolah.
HapusAssalamualaikum,
BalasHapusBunda, bagaimanakah contoh konkritnya bentuk cara mengajar guru terhadap anak yang memiliki gaya belajar kinestetik?
izin memberi tanggapan dan sekaligus bertanya, menurut saya salah satu contoh bentuk konkret mengajarkan siswa tipe belajar kinestetik adalah dengan menunjukkan benda konkreet juga, seperti saat kita mengajarkan kubus, selain menggunakan ICT yaitu ilustrasi tampilan kubus kita juga perlu membawa contoh kubus sesungguhnya jadi pembelajaran bagi anak kinestetik akan lebih bermakna dan akan diingat lama
HapusBagaimana menurut kak Netri?
Hapussaya setuju dengan pendapatnya saudari eka dimana gaya belajar kinestetik ini siswa bisa melihat secara langsung dan bisa memegang dan menunjuk secara langsung media ajar yang kita gunakan. salah satu contohnya yaitu tadi seperti kubus, balok, dll
HapusIzin menanggapi, menurut saya, contoh konkritnya ialah siswa dengan gaya belajar kinestetik, lebih cenderung mrlakukan sesuatu. Contoh pada materi transformasi, sub materi pencerminan atau refleksi. Nah, guru bisa memberikan treatmrn pembelajaran yang mrnitikberatkan pada percobaan dan eksperimen dalam pembuktian refleksi sehingga mereka dapat mrlakukan sesuatu dan teringat dengan jelas proses pembelajaran refleksi tersebut.
Hapusizin menanggapi, jadi penerapan sendiri kita bisa membuat media pembelajaran yang didalamnya ada langusng proses bekrja siswa, sehingga siswa langsung bergerak atau bekerja dalam media tersebut sehingga itu akan memudahkan bgi siswa kinestetik
HapusAnak dengan gaya belajar analitik memikili kemampuan dalam memandang sesuatu cenderung ditelaah terlebih dahulu secara terperinci, spesifik, dan teratur.
BalasHapusyang saya tahu gaya belajar visual, audio dan kinestetik.. apa itu gaya belajar analitik dan bagaimana kita membuat media yang memperhatikan gaya belajar analitik?
izin menanggapi, menurut saya gaya belajar analitik dalam membuat media harus diperhatikan ciri - ciri dari gaya belajar analitik seperti kutipan artikel ini
Hapus1. Berfokus mengerjakan satu tugas, tidak akan ke tugas berikutnya jika tugasnya belum selesai.
2. Berfikir secara logika.
3. Tidak menyukai jika ada bagian yang terlewatkan dalam suatu tugas.
4. Cara belajar konsisten dan menetap.
Anak yang memiliki Gaya Belajar ANALITIK yaitu dalam memandang segala sesuatu cenderung lebih terperinci, spesifik, terorganisasi, dan teratur.
HapusMedia yang cocok Pembelajaran koperatif sesuai dengan fitrah manusia sebagai makhluk sosial yang penuh ketergantungan dengan orang lain, mempunyai tujuan dan tanggung jawab bersama, pembagian tugas, dan rasa senasib. Dengan memanfaatkan kenyatan itu, belajar berkelompok secara koperatif, siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, tugas, tanggung jawab. Saling membantu dan berlatih beinteraksi-komunikasi-sosialisasi karena koperatif adalah miniature dari hidup bermasyarakat, dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing.
assalamualikum mau bertanya, Apakah boleh kita menggunakan gaya belajar masing2 yang kita miliki tidak harus berkaitan dengan gaya belajar secara teori bedasarkan teori di artikel ini terima kasih
BalasHapusassalamualikum mau bertanya, Apakah boleh kita menggunakan gaya belajar masing2 yang kita miliki tidak harus berkaitan dengan gaya belajar secara teori bedasarkan teori di artikel ini terima kasih
BalasHapusIzin menjawab ya, sebenarnya boleh- boleh saja kita menggunakan gaya belajar tidak.harus dengan teori, teori itu kan sebenarnya membantu kita untuk mengidentifikasi gaya belajar kita yang mana
Hapuswaalaikumsalam,
Hapussebenarnya boleh saja akan tetapi kita bisa mengidentifikasi atau mengarahkan kita kepada gaya belajar apa dan media apa yang cocok.
setuju,,, teori belajar hanya untuk cara kita memahami lebih dalam teori-teori yang kita gunakan dalam pembelajaran.
HapusMenurut teori, Media Pembelajaran dari Berbagai temuan penelitian menunjukkan bahwa ada interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik pebelajar. Nah menurut ibu bagaimana media ICT matematika yang digunakan untuk mengajarkan siswa yang memiliki keterbelakangan mental. Bagaimana proses interaksi antara media dan peserta didik tersebut??
BalasHapusAdakah solusi yang baik dalam perancangan media untuk siswa tersebut?
Apakah gaya belajar siswa tersebut berpengaruh??
interaksinya tentu ada salah satu contohnya yaitu dalam media flas disitukan ada disuruh siswa untuk memilih , memasukkan contoh, mengerjakan soal di media itu langsung untuk melihat ketuntasan.
BalasHapussolusi yang baik yaitu melihat dulu karakteristik siswanya dan gaya belajar yang dimilikinya.
sangat berpengaruh.
Terimkasih bua atas jawabannya. Nah memang betul ada interksi dari meDia flash. Apakah media flash yang dibuat itu sama bentuk dan kontaknya untuk siswa biasa dengan siswa yang memiliki keterbelakangan mental???? ?
BalasHapussekedar informasi, siswa yang memiliki keterbelakangan mental tersebut sulit untuk diberikan pengarahan dengan cara singkat.
Oke untuk siswa keterbelakangan mental ataupun yang cacat fisik lainnya, itu kan siswa berkebutuhan khusus jadi tidak bisa disamakan dengan mengajar dengan siswa biasa.
BalasHapusOke untuk siswa keterbelakangan mental ataupun yang cacat fisik lainnya, itu kan siswa berkebutuhan khusus jadi tidak bisa disamakan dengan mengajar dengan siswa biasa.
BalasHapusBu, menurut ibu Sejauh mana perkembangan teknologi membantu guru dalam proses pengajaran di kelas?
BalasHapusIzin berkomentar ya, tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan teknologi sangat membantu apalagi dalam proses pengajran didalam kelas. Dimana dengan menggunakan teknologi guru dapat membuat media yang menarik yang digunakan untuk pembelajaran sehingga siswa merasa pelajaran lebih mudah dan menyenangkan
HapusTeknologi sangat membantu guru dalam pembelajaran, salah satu contohnya adalah guru tidak perlu menulis di papan tulis, cukup dengan menampilkan slide, lebih menghemat waktu
Hapusbagaimana cara mengatasi kesulitan belajar dari siswa yang memiliki gaya belajar global dan analitik
BalasHapusIzin menjawab ya salh satu cara mengatasi kesulitan belajar dari siswa yang memiliki belajar analitik yaitu membuat sistem pembelaharan harian yang terstruktur dan terjadwal dimana anak yang memeliki gaya belajar analitik memandang sesuatu lebih terperinci dan berstruktur
HapusAssalamualaikum
BalasHapusBu netri, bagaimana cara membuat media yg bisa digunakan oleh semua tipe siswa, baik visual, audio, maupun kinestetik.
izin bertanya ibu, bagaimana membuat media yang baik sesuai dengan dengan gaya beljar, jika siswa kinestetik, media apakah yg baik menurut ibu?
BalasHapus